Situasi: teman gw mau ditipu. Diminta menyerahkan uang 10 juta rupiah untuk membebaskan temannya yang tertahan di imigrasi. Dia mengaku sebagai petugas imigrasi. Dia menelfon teman gw dari HP. Weirdo, eh? Kenapa gak nelfon dari telfon kantor?
Isi telfonnya kurang lebih begini ketika si 'petugas' ini menelfon teman gw: Teman Anda tertahan di imigrasi karena tidak mau barang bawaannya discan. Karena itu dia lewat jalur diplomatik, dan itu mengharuskan dia bayar $3000. Si temannya itu sudah bayar $2000, kurang $1000. Teman gw diminta membayar sisanya.
*aneh dong. kalau ada jalur 'diplomatik' begini, ya semua penyelundup pakai jalur ini aja. tinggal bayar $3000 apa susahnya, dibandingkan harga jual narkoba, senjata ilegal, hewan nyaris punah dll gitu.
Teman gw udah ngomel: 'Kalau Anda mau menipu saya, saya bawa ini ke jalur hukum.' Si 'petugas' menyahut santai,'Silakan saja.'
Petang hari, iseng gw jajal telfon nomor itu. Dua kali mencoba, gagal. Iseng, mencet untuk ketiga kalinya.
Diangkat. *panik, gak siap drama*
Gw: Mbak, saya menelfon untuk soal transfer atas nama Ibu X?
Dia: -- terdiam agak lama -- Ini dengan siapa ya?
Gw: Saya Y, temannya Ibu X.
Dia: Saya nggak mau bicara dengan temannya Ibu X. Sebab dari tadi Ibu X gak ada kabar ke saya.
Gw: Hmmm sebenernya ini masalah teknis aja sih Mbak. Si Ibu X kehabisan pulsa.
Dia: -- tertawa --
*anehnya, percakapan berlanjut. kalo gw jadi dia mah gak percaya. dongo amat. kalapun si temen gw alias Ibu X keabisan pulsa, kan ya tinggal si Ibu X yang pake telfon gw bukan? gak perlu gw yang ngomong toh? dongo.
Gw: Jadi saya harus transfer ke mana Mbak?
Dia: Oke nanti saya SMS.
*lama juga nungguin SMS doi. 'Mungkin dia gak BU,'kata gw menenangkan teman gw yang sedang gelisah. gw yakin ini penipuan. tapi ya ikutin dulu aja dramanya biar seru. gw pun sempet sok drama sendiri. gimana kalau si dia ini ngecek ke google nomor hp gw? lantas gw melakukannya sendiri dan bersedih karena nomor hp gw ternyata ada di google, yikes!
Lantas SMS pun tiba. Berisi nama lengkap, nomor rekening. Dari salah satu bank terbesar di Indonesia. Ah bagus juga dapat nomor rekening gini toh. Lebih gampang ngelaporin ke polisi, ketimbang sekadar melaporkan nomor handphone.
Abis itu telfon masuk. Dari si dia, si petugas imigrasi itu.
Dia: Gimana Mbak, udah terima nomor rekeningnya kan?
Gw: Iya. Eh ya Mbak, nominalnya berapa ya?
Dia: 10 juta.
Gw: Saya pakai rupiah atau dolar?
Dia: Ya rupiah lah, masa 10 juta dolar? -- tertawa --
Gw: Oo gitu oke. Nanti saya transfer. Oh ya bukti transfer dikirim ke mana ya?
Dia: Gak usah dikirim. Simpen aja. Nanti kan ada laporannya juga.
Berbekal nama dan nomor rekening, keduanya langsung gw google. Nama ada, tersedia di Facebook. Begitu juga nomor rekening. Tapi nomor rekening ini di Jakarta, bukan di kota X tempat bandara yang menahan temannya teman gw itu.
This is not good. Fiktif.
Gw SMS si 'petugas': Kalau saya udah transfer uang, bagaimana saya tau kalau temannya Ibu X sudah terbang ke Jakarta?
Tidak ada jawaban sampai sekarang.
Ya sudah.
Tidak ada jawaban, tidak ada uang.
Ada jawaban sekalipun, ya tetap tidak ada uang.
Tipulah orang lain Mbak dan Mas. Sori ye.
Monday, November 22, 2010
Menipu Penipu
Posted by pippilotta at 23:12
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment