- Cuaca di Manila itu kan gwerah banget, jadinya gampang keringetan. Cara mereka mengelap keringat itu lucu. Kalo kita kan ya pake handuk kecil atau sapu tangan, lalu ngelap keringat di muka gitu kan ya. Nah kalo mereka, alatnya tuh handuk yang ukuran sedang. Kayak handuk merk Good Morning yang tulisannya pake huruf Cina itu, tapi agak lebih tebal. Lalu handuk itu diselipkan di kaos, masukin dari arah leher, tangan masuk ke balik kaos dan menjumput ujung satunya lagi dari handuk itu dari arah bawah, trus gosok-gosok deh itu punggung sembari ngelap keringet.
- Di Ateneo, kalo jelang graduation, banyak ditaro pengumuman soal aturan-aturan pakaian pas acara wisuda. Salah satunya, yang perempuan harus pake underwear, huahuahuahua.
- Manila itu tentunya bagian dari Asia dong, dengan dua musim saja, yaitu panas dan hujan. Tapi mereka menyebut musim gerah begini dengan sebutan ’summer’. Cieh, kayak punya winter-autumn-spring ajeeeee... Bener deh, Manila itu Asian version of the US haha
- Satpam di mal dan di mana-mana bawanya bukan pentungan, tapi senjata laras panjang.
- Di Manila, orang mencet klakson jauh lebih sering dibandingkan di Jakarta. Itu Trixia, orang Filipina, yang sekarang tinggal di Singapura dan beberapa kali ke Jakarta. Dia sampe kaget betapa orang Jakarta jarang sekali nglakson walaupun macet. Kalo di Manila, kata dia, orang mudah marah dan cepet mencet klakson di kala macet. Dan karena senjata mudah diperoleh, ya bisa aja ada adegan tembak-tembakan hanya karena macet. Ckckckck.
- Di Manila sering banget ada bom, begitu kata Zaky. Duile. Nama dia, Zaky Yamani, ternyata adalah nama salah satu teroris yang pernah ditangkap di Manila, lantas kabur. Jadilah waktu pertama kali Zaky dateng ke Filipina, dia ditahan dan diinterogasi beberapa lama karena namanya sama persis dengan si teroris.
- Di Manila, di salah satu stasiun MRT atau LRT, pernah ada kejadian horor di mana orang stres (gokil kali ye maksudnya Zaky) menyandera anak kecil. Adegan itu disiarkan live di berbagai TV di Filipina. Saat itu, polisi cuma mengelilingi si penyandera yang nodongin pisau (kalo gak salah) ke anak kecil itu, semua siap dengan senjata api. Lalu ada wartawan GMA TV yang mencoba ’menenangkan’ si penyandera dengan ngajak ngobrol atau gimana gitu. Nah trus si penyandera kabur ke sisi lain stasiun, lalu itu anak kecil yang disandera ditusuk. Huhuhuhuhu. Semua terjadi secara live, disiarkan di TV Filipina. Karenanya, sering dijadikan kajian etis media soal apa yang seharusnya dilakukan oleh wartawan TV tersebut.
- Harga buku dan liquor itu muuurraah banget di sini. Gw tadi beli buku, bekas siy, hard cover gitu, harganya ada yang 35 pesos saja. Itu kan berarti 7000 perak, huhuhu murah sekali! Rokok juga murah, kata Zaky. Kalo liquor, Baileys itu harganya 400-an peso, berarti sekitar 80 ribu perak.
- Di Manila ada banyaaaak sekali mal. Kata Cecilia, orang Manila suka ke Mal karena cuaca di luar terlalu panas. Jadilah di mal ada semuanya untuk selurah anggota keluarga: gereja, tempat makan, nonton, dll; kayak mal di Jakarta. Tapi di situ juga ada tempat, and I quote Cecilia,’where you can deposit your child.’ He? Hihihihi, tempat main itu maksudnya, tapi lucu sekali istilah yang dipakai Cecilia: deposit the child. Kayak barang aje. Jangan-jangan dikasih nomor barang juga, hahahaha.
- Satpam mal di Manila masih rajin meriksain barang pengunjung, ngeliatin tasnya satu per satu. Mereka akan minta tas dibuka, lalu dengan stik kayu yang mereka pegang, trus dioprek-oprek deh isi tas kita.
- Di Manila juga ada isi pulsa elektronik. Kalo di Jakarta kan si konsumen nulis nomor HP-nya di secari kertas yang disediakan. Nah kalo di Manila, si konsumen ngetik langsung di HP-nya penjual pulsa.
- Manila itu muaceeetttttnya luar biasa. Dan gak kenal waktu. Jam 2 siang aja bisa macet total di depan hotel gw yang terletak di kawasan bisnis Ortigas Center. Gak mesti jam pulang-masuk kantor baru macet, jam berapa pun bisa macet. Saking macetnya Manila, Cecilia menyarankan gw untuk cabut dari hotel jam 16, padahal penerbangan gw ke Jakarta masih pukul 20.45, huhuhuhu.
Wednesday, May 20, 2009
Manila; The People, The Places
Posted by pippi at 14:47
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment